Tuesday, September 10, 2019

Biara Saint Menes di Mesir

Mesir adalah salah satu negara yang menikmati banyak ragam monumen dan situs bersejarah. Karena sejarah panjang negara itu yang kaya, meluas sampai lebih berasal dari 7000 tahun, dengan banyak ragam dinasti dan kerajaan yang memerintah atas tanah Sungai Nil, para pelancong yang jalankan tur Mesir menikmati berkunjung ke lebih dari satu monumen Firaun, Kristen, dan Islam.


Monumen Kristen di Mesir banyak ragam berasal dari gereja-gereja bersejarah, biara-biara, kapel, dan banyak area lainnya. Hari ini, kami dapat menjelajahi salah satu situs Koptik arkeologi terkaya di Mesir. Reruntuhan Biara Saint Means terlalu luar biasa. Termasuk didalam situs warisan dunia UNESCO, biara tetap menarik perhatian lebih dari satu wisatawan yang jalankan perjalanan ke Mesir.

Saint Means hidup di Mesir selama abad ke-3 Masehi

Ia dilahirkan kemungkinan di Libya kurang lebih 275 M. Meskipun Santo Sarana bertugas di pasukan Romawi di Mesir. Namun, saat Romawi mulai mengeksekusi orang-orang Kristen yang baru bertobat, ia meninggalkan pasukan.

Setelah itu, dia menjadi martir dan tubuhnya dipindahkan ke wilayah biara hari ini di Pantai Utara Mesir. Sarana dikreditkan dengan banyak mukjizat. Inilah sebabnya mengapa biaranya menjadi situs ziarah yang terkenal. Hari ini, biara, atau katakanlah reruntuhannya, menyongsong lebih dari satu wisatawan yang menikmati liburan mereka di Mesir.

Biara kuno Saint Menes terdapat 10 kilometer di sebelah selatan kota Borg Al Arab, yang terdapat kurang lebih 200 kilometer di Barat Laut Kairo. Inilah sebabnya mengapa lebih dari satu paket perjalanan Mesir yang mencakup kunjungan ke Aleksandria atau Pantai Utara, dapat sangat mungkin wisatawan, yang tertarik terhadap monumen Koptik, untuk menjelajahi biara.


Reruntuhan Biara Saint Menes terhitung area pertolongan besar yang berkembang selama abad ke-5 dan ke-6. Tempat kudus itu dicuri selama abad ke-9 melacak bahan bangunan yang berharga. Namun, reruntuhannya tetap mengesankan dan menarik perhatian banyak pengunjung yang punyai liburan indah di Mesir.

Sungguh mengherankan jelas bahwa Biara Santo Menes ditemukan terhadap awal abad ke-20. Penemuan ini dikreditkan ke arkeolog Jerman bernama Carl Coufmann didalam misi yang ditugaskan oleh Institut Arkeologi Jerman di Mesir yang punyai banyak proyek dan penemuan perlu yang memukau para pelancong yang jalankan tur ke Mesir.

Di pada bagian yang paling mengesankan berasal dari Biara Saint Menes adalah basilika besar yang didirikan kurang lebih abad ke-5 Masehi oleh Kaisar Romawi, Zeno. Basilika ini adalah yang terbesar di Mesir terhadap sementara itu dan merupakan salah satu bangunan Kristen yang paling indah selama masa. Inilah sebabnya mengapa banyak wisatawan yang jalankan perjalanan ke Mesir mengidamkan menjelajahi reruntuhannya.

Di sebelah barat basilika, tersedia sebuah gereja kecil yang dinamai basilika kecil Saint Menes

Di titik paling barat berasal dari seluruh kompleks, tersedia area pembaptisan yang merupakan salah satu bagian paling menarik berasal dari kompleks yang menarik perhatian banyak wisatawan yang menghabiskan liburan mereka di Mesir.

Pemandian kompleks, yang ziarah tidak hanya digunakan untuk wudhu mereka, tapi terhitung dikatakan bahwa pemandian ini terhitung air suci Saint Menes, terdapat di Utara Basilika Agung yang punyai lebih dari satu reruntuhan terkenal terhitung 



No comments:

Post a Comment